Emiten Konstruski Di IKN, Layak di Koleksi?

Daniel Esaputra Yoan

16 April 2024

Emiten Konstruski Di IKN
Emiten Konstruski Di IKN

Dibalik hangatnya industri konstruksi, terdapat satu proyek konstruksi yang menarik perhatian para investor, proyek konstruksi di IKN.

 

Dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, proyek ini bukan hanya sebuah langkah besar dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi magnet bagi para pelaku pasar saham.

Baca juga: Kontroversial, Inilah Tips Investasi dari George Soros

Sebagai informasi, pembangunan IKN dilakukan dengan beberapa tahap sebagai berikut:

  • Tahap Persiapan (2022): Tahap ini meliputi pembangunan hunian bagi pekerja, jalan akses dan sentra-sentra logistik, serta penyelesaian pasokan air minum dan air bersih.
  • Tahap I (2022-2024): Pada tahap ini, sejumlah infrastruktur dasar telah dimulai pembangunannya, termasuk rumah tapak, rumah susun, sarana peribadatan, pasar, fasilitas kesehatan, dan rumah sakit internasional.
  • Tahap II (2025-2029): Tahap ini akan melanjutkan pembangunan dari tahap sebelumnya. Fasilitas transportasi umum baik primer maupun sekunder ditargetkan siap untuk digunakan di kawasan yang dihuni oleh penduduk IKN.

Emiten Konstruksi Di Ibu Kota Negara

Hingga 2023 perkiraan anggaran untuk mendukung infrastruktur dasar IKN sebesar Rp26,67 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung infrastruktur Sumber Daya Air (Rp1,14 triliun), jalan dan jembatan (Rp9,72 triliun), permukiman (Rp11,58 triliun), perumahan (Rp4,20 triliun), dan Bina Konstruksi (Rp0,37 triliun).

Berikut ini daftar beberapa perusahaan konstrusi dalam pembangunan IKN.

1. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA)

Sebagai salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia, WIKA memiliki pengalaman dan kapabilitas dalam pembangunan infrastruktur yang kompleks.

Salah satu proyek dikerjakan di IKN adalah pembangunan perpipaan air limbah 1 dan 3 di kawasan inti pusat pemerintahan IKN.

Baca juga: Pengertian Cash Ratio, Beserta Fungsi dan Cara Menghitungnya

WIKA juga mengerjakan proyek jalan tol IKN Seksi 3B-2 segmen KKT Kariangau - Sp. Tempadung yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp1,2 triliun.

2. PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP)

PTPP adalah salah satu emiten konstruksi terkemuka yang terlibat dalam berbagai proyek pembangunan, termasuk infrastruktur dan real estate. Keterlibatan mereka dalam IKN menambah nilai proyek ini.

PTPP berhasil memperoleh kontrak baru dengan total nilai mencapai Rp3,1 triliun untuk proyek pembangunan Bandara VVIP dan Gedung Bank Indonesia (BI). Selain itu, perusahaan juga berhasil mengamankan kontrak senilai Rp5,54 triliun untuk melaksanakan sepuluh proyek infrastruktur yang beragam.

Di antara proyek-proyek tersebut termasuk pembangunan jalan di dalam kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP), pembangunan jalan akses menuju masjid di kawasan Kawasan Industri Kendal (IKN), serta proyek dermaga logistik beserta jalan aksesnya.

3. PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI)

Kinerja Keuangan Adhi Karya
PT Adhi Karya (Persero) Tbk

ADHI adalah perusahaan konstruksi yang telah lama berkecimpung dalam industri pembangunan di Indonesia, Adhi Karya memiliki total 4 proyek baru di IKN.

Proyek pertama adalah paket hunian pekerja yang merupakan Kerja Sama Operasi (KSO) dengan WIKA, yang akan membangun gedung modular hunian pekerja dengan nilai sekitar Rp557 miliar.

Baca juga: Hati-Hati, Inilah Logical Fallacy yang Biasa Terjadi dalam Berinvestasi!

Proyek kedua adalah KSO pembangunan Jembatan Pulau Balang dengan porsi ADHI senilai sekitar Rp100 miliar.

Terakhir, ADHI juga telah menandatangani kontrak pembangunan tol seksi 3A paket IKN Karang Joang-KKT Kariangau, dengan nilai total mencapai Rp3,4 triliun.

4. PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT)

WSKT memiliki beberapa proyek di IKN, yaitu pembangunan Jalan Akses Lingkar Sepaku Seksi 4 dengan anggaran sebesar Rp198 miliar, pembangunan Jalan Tol IKN Segmen 5A senilai Rp2,2 triliun.

Serta pembangunan berbagai gedung seperti Gedung Sekretariat Negara (Rp1,3 triliun), Gedung Kemenko 3 (Rp789 miliar), dan Gedung Kemenko 4 (Rp735 miliar).

Selain itu, Waskita Karya juga terlibat dalam proyek-proyek lainnya seperti pembangunan IPAL 1,2,3 KIPP IKN sebesar Rp638 miliar, pembangunan Feeder District IKN senilai Rp1,3 triliun.

Pembangunan Rumah Susun ASN 3 dengan anggaran Rp1,1 triliun, serta pembangunan Jalan Nasional IKN Seksi 6C-1 sebesar Rp1,6 triliun dan MUT-01 dengan anggaran Rp158 miliar.

 

Jadi apakah ini saatnya beli saham-saham konstruksi? Untuk membantu Anda menjelajahi dan memanfaatkan potensi investasi yang tersedia, BMoney hadir untuk membantu anda mencapai tujuan investasi anda. Download BMoney dan investasi saham dan reksa dana sekarang!

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!