Kenali 4 Profil Risiko Investasi, Apa Tipe Kamu?

Daniel Esaputra Yoan

17 April 2024

4 Profil Risiko Investasi (unsplash.com)
4 Profil Risiko Investasi (unsplash.com)

Sebagai seorang investor mengenali profil risiko investasi pribadi adalah langkah penting dalam membangun portofolio investasi Anda.

 

Apa saja jenis profil risiko investasi dan bagaimana cara menentukannya? Mulai dari agresif hingga konservatif, manakah profil risiko Anda?

Dalam artikel ini, kita akan belajar berbagai tipe profil risiko investasi dan bagaimana hal ini mempengaruhi keputusan investasi Anda. Yuk, simak selengkapnya disini!

Apa Itu Profil Risiko Investasi?

Berdasarkan POJK (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan) NOMOR 44 /POJK.05/2020, profil risiko merupakan gambaran secara menyeluruh atas besarnya potensi risiko yang melekat pada seluruh portofolio atau eksposur investasi.

Baca juga: Menilik Pergerakan Harga Saham WIRG, Saham Teknologi Metaverse

Maka profil risiko investasi adalah gambaran yang mencerminkan toleransi kita terhadap risiko dalam menghadapi volatilitas pasar. 

Memahami profil risiko investasi menjadi langkah awal yang penting dalam merencanakan strategi investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan Anda.

4 Tipe Profil Risiko Investasi

Berikut ini adalah empat jenis profil risiko investasi, mulai dari konservatif hingga spekulatif.

Konservatif

Profil risiko konservatif cenderung menghindari risiko tinggi dan lebih memilih untuk menjaga keamanan modal.

Investor dengan profil ini biasanya memilih instrumen keuangan yang stabil dan memiliki risiko rendah, seperti obligasi pemerintah atau reksa dana pasar uang.

Mereka lebih fokus pada penghasilan tetap dan pertumbuhan yang stabil daripada mencari pengembalian tinggi yang berisiko.

Moderat

Profil risiko moderat akan mencari keseimbangan antara pertumbuhan dan perlindungan modal.

Baca juga: Cara Menghitung Dividen Saham, Investor Wajib Tahu!

Investor dalam kategori ini mungkin mengalokasikan sebagian portofolio mereka dalam saham untuk pertumbuhan jangka panjang, tetapi juga menyertakan obligasi dan reksa dana campuran untuk mengurangi risiko.

Mereka bersedia menanggung beberapa fluktuasi pasar untuk mencapai tujuan keuangan jangka menengah hingga panjang.

Agresif

Investor dengan profil risiko agresif siap menanggung risiko yang tinggi untuk mencapai hasil yang maksimal.

Mereka biasanya berinvestasi secara dominan dalam saham dan mungkin juga mempertimbangkan investasi alternatif yang berisiko, seperti real estate atau komoditas.

Profil risiko ini cocok untuk individu yang memiliki tujuan investasi jangka panjang dan toleransi risiko yang tinggi.

Spekulatif

Profil risiko spekulatif adalah yang paling agresif dan cenderung mencari pengembalian yang sangat tinggi dalam waktu singkat.

Investor dalam kategori ini sering melakukan spekulasi pada investasi yang sangat berisiko, seperti perdagangan mata uang asing atau saham perusahaan baru yang belum teruji.

Baca juga: Pengertian Average Down Saham dan Cara Melakukannya

Mereka sadar akan risiko yang terlibat dan siap menerima kemungkinan kerugian besar demi peluang keuntungan yang cepat.

Cara Menentukan Profil Risiko Investasi

Cara Menentukan Profil Risiko Investasi
Cara Menentukan Profil Risiko Investasi (unsplash.com)

Menentukan profil risiko investasi merupakan langkah penting dalam membangun portofolio yang sesuai dengan tujuan keuangan dan kenyamanan Anda.

Berikut adalah beberapa cara untuk menentukan profil risiko investasi Anda.

Baca juga: Perbedaan Reksadana dan Saham yang Wajib Kamu Ketahui

1. Evaluasi Toleransi Risiko

Tinjau seberapa nyaman Anda dengan fluktuasi nilai investasi dan kemungkinan kerugian. Pertimbangkan faktor-faktor seperti usia, tujuan keuangan, pengalaman investasi sebelumnya, dan keadaan keuangan saat ini.

2. Lakukan Kuesioner Profil Risiko

Banyak perusahaan investasi menyediakan kuesioner online atau alat penilaian lainnya untuk membantu Anda menentukan profil risiko Anda.

Kuesioner ini biasanya mengajukan pertanyaan tentang preferensi investasi, toleransi risiko, dan tujuan keuangan Anda.

3. Diskusikan dengan Penasihat Keuangan

Jika Anda merasa sulit menentukan profil risiko Anda sendiri, konsultasikan dengan penasihat keuangan yang berkualitas.

Mereka dapat membantu menganalisis situasi keuangan Anda secara menyeluruh dan memberikan saran yang sesuai dengan profil risiko Anda.

4. Tinjau Ulang Secara Berkala

Profil risiko Anda dapat berubah seiring waktu karena perubahan dalam situasi keuangan, tujuan hidup, atau pengalaman investasi Anda.

Penting untuk secara berkala meninjau dan memperbarui profil risiko Anda sesuai dengan perubahan tersebut.

Baca juga: Cara Menghasilkan Uang 100 Ribu per Hari, Mudah dan Layak Dicoba

Setelah memahami berbagai jenis profil risiko investasi dan cara menentukannya, langkah selanjutnya adalah menerapkannya dalam strategi investasi Anda.

Untuk membantu Anda mengelola portofolio investasi dengan lebih efisien dan tepat sasaran, BMoney siap mendukung perjalanan investasi Anda.

Jadi tunggu apa lagi, download aplikasi BMoney dan mulai investasi saham atau reksa dana mulai dari sekarang!

 

Artikel menarik lainnya

reksadana_hero_image

Selalu update bareng komunitas investor BMoney!